Ahmad Rifaie Al Ahmadi Idrisi: Tahlil Fida' 70K

Search This Blog

Tahlil Fida' 70K

Tahlil Fida’ (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ)
70,000 Kali, Difatwakan Banyak Ulama.

- Fatwa Ibnu Taimiyah :

ﻭَﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻤَّﻦْ ﻫَﻠَّﻞَ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﺃَﻟْﻒَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﻭَﺃَﻫْﺪَﺍﻩُ ﻟِﻠْﻤَﻴِّﺖِ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﺑَﺮَﺍﺀَﺓً ﻟِﻠْﻤَﻴِّﺖِ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺻَﺤِﻴﺢٌ ؟ ﺃَﻡْ ﻟَﺎ ؟ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻫَﻠَّﻞَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﻭَﺃَﻫْﺪَﺍﻩُ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻳَﺼِﻞُ ﺇﻟَﻴْﻪِ ﺛَﻮَﺍﺑُﻪُ ﺃَﻡْ ﻟَﺎ ؟ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏُ ﻓَﺄَﺟَﺎﺏَ : ﺇﺫَﺍ ﻫَﻠَّﻞَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﻫَﻜَﺬَﺍ : ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺃَﻟْﻔًﺎ ﺃَﻭْ ﺃَﻗَﻞَّ ﺃَﻭْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ . ﻭَﺃُﻫْﺪِﻳَﺖْ ﺇﻟَﻴْﻪِ ﻧَﻔَﻌَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﺬَﻟِﻚَ ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻫَﺬَﺍ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﺻَﺤِﻴﺤًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺿَﻌِﻴﻔًﺎ . ﻭَﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻋْﻠَﻢُ . ‏( ﻣﺠﻤﻮﻉ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ – ﺝ 5 / ﺹ 471 )

“Ibnu Taimiyah ditanya tentang orang yang Tahlil 70.000 kali dan menghadiahkan kepada mayit untuk membebaskannya dari neraka. Apakah ini hadis sahih? Dan jika seseorang membaca Tahlil dan menghadiahkan kepada mayit apakah pahalanya sampai atau tidak? Ibnu Taimiyah menjawab: Jika seseorang membaca Tahlil 70.000 kali, kurang atau lebih dan dihadiahkan kepada mayit, maka Allah akan memberi manfaat kepadanya dengan Tahlil tersebut. Ini bukan hadis sahih dan dlaif” (Majmu’ al-Fatawa 5/471)

- Amaliah Abu Zaid al-Qurthubi :

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮْ ﺍﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﺍﻟْﻘَﺴْﻄَﻠَﺎﻧِﻲ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦَ ﺃَﺑَﺎ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮَﺷِﻲ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺃَﺑَﺎ ﺯَﻳْﺪٍ ﺍﻟْﻘُﺮْﻃُﺒِﻲ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﻓِﻲ ﺑَﻌْﺾِ ﺍﻟْﺂﺛَﺎﺭِ ﺃَﻥَّ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﺃَﻟْﻒَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻓِﺪَﺍﺀَﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻓَﻌَﻤِﻠْﺖُ ﺫَﻟِﻚَ ﺭَﺟَﺎﺀَ ﺑَﺮَﻛَﺔِ ﺍﻟْﻮَﻋْﺪِ، ﻓَﻔَﻌَﻠْﺖُ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻟِﺄَﻫْﻠِﻲ ﻭَﻋَﻤِﻠْﺖُ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟًﺎ ﺃِﺩَّﺧَﺮْﺗُﻬَﺎ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻲ ‏( ﺍﻟﻤﺴﺘﻄﺮﻑ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻓﻦ ﻣﺴﺘﻈﺮﻑ - ﺝ 1 / ﺹ 483 ﺷﻬﺎﺏ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﻔﺘﺢ ﺍﻷﺑﺸﻴﻬﻲ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ - ﺑﻴﺮﻭﺕ )

“Abu al-Abbas Ahmad al-Qasthalani berkata: Saya mendengar Syaikh Abu Abdillah al-Qurasyi berkata: Saya mendengar Abu Zaid al-Qurthubi (473 H) berkata dalam sebagian atsar, bahwa orang yang mengucapkan La ilaha illa Allah 70.000 kali, akan menjadi penebus baginya dari neraka. Saya mengamalkannya mengharap berkah janji. Kemudian saya mengamalkan sebagiannya untuk keluarga saya, dan saya mengamalkan beberapa amalan yang saya investasikan untuk saya sendiri” (Syihabuddin al-Absyihi dalam al-Mustathrif, 1/483)

- Wasiat Ibnu al-‘Arabi :

ﻗﺎﻝ ﺍﺑْﻦُ ﺍﻟْﻌَﺮَﺑِﻲِّ ﺃُﻭﺻِﻴﻚ ﺑِﺎﻟْﻤُﺤَﺎﻓَﻈَﺔِ ﻋَﻠَﻰ ﺷِﺮَﺍﺀِ ﻧَﻔْﺴِﻚ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺑِﺄَﻥْ ﺗَﻘُﻮﻝَ ﻟَﺎ ﺇﻟَﻪَ ﺇﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﺃَﻟْﻔًﺎ ، ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻳَﻌْﺘِﻘُﻚ ﻭَﻳَﻌْﺘِﻖُ ﻣَﻦْ ﺗَﻘُﻮﻟُﻬَﺎ ﻋَﻨْﻪُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺭَﺩَ ﺑِﻪِ ﺧَﺒَﺮٌ ﻧَﺒَﻮِﻱٌّ . ‏( ﻓﻴﺾ ﺍﻟﻘﺪﻳﺮ ﻟﻠﻤﻨﺎﻭﻱ – ﺝ 6 / ﺹ 245 ﻭﻣﻨﺢ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ ﺷﺮﺡ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺧﻠﻴﻞ ﻟﺨﻠﻴﻞ ﺑﻦ ﺍﺳﺤﺎﻕ – ﺝ 16 / ﺹ 172 )

“Ibnu al-Arabi berkata: Saya berwasiat kepadamu untuk terus ‘membeli dirimu’ dari Allah (dibebaskan dari siksa) dengan mengucapkan La ilaha illa Allahu, 70.000 kali, maka Allah akan membebaskanmu dan orang yang kau bacakan kalimat tersebut dari neraka, sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadis” (Faidl al-Qadir 6/245 dan Minah al-Jalil, 16/172)

- Fatwa al-Qarafi al-Maliki :

ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺮَّﻫُﻮﻧِﻲُّ ﻭَﺍﻟﺘَّﻬْﻠِﻴﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘَﺮَﺍﻓِﻲُّ ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﻤَﻞَ ﻫُﻮَ ﻓِﺪْﻳَﺔُ ﻟَﺎ ﺇﻟَﻪَ ﺇﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﺃَﻟْﻒِ ﻣَﺮَّﺓٍ ﺣَﺴْﺒَﻤَﺎ ﺫَﻛَﺮَﻩُ ﺍﻟﺴَّﻨُﻮﺳِﻲُّ ﻭَﻏَﻴْﺮُﻩُ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓَﻬِﻤَﻪُ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﻟْﺄَﺋِﻤَّﺔُ ‏( ﺃﻧﻮﺍﺭ ﺍﻟﺒﺮﻭﻕ ﻓﻲ ﺃﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﻔﺮﻭﻕ - ﺝ 6 / ﺹ 105 )

“ar-Rahuni berkata: Tahlil yang dikatakan oleh al-Qarafi yang dianjurkan untuk diamalkan adalah doa fidyah La ilaha illa Allahu, sebanyak 70.000 kali. Terlebih disebutkan oleh as-Sanusi dan lainnya. Inilah yang difahami oleh para imam” (Anwar al-Buruq 6/105)

- Fatwa asy-Syarwani asy-Syafii :

( ﻗَﻮْﻟُﻪُ ﻟِﻤَﺤْﺾِ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ‏) ﺃَﻱْ ﻛَﺎﻟﺘَّﻬْﻠِﻴﻞِ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﺃَﻟْﻒَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﺍﻟْﻤَﺸْﻬُﻮﺭُ ﺑِﺎﻟْﻌَﺘَﺎﻗَﺔِ ﺍﻟﺼُّﻐْﺮَﻯ ‏( ﺣﻮﺍﺷﻲ ﺍﻟﺸﺮﻭﺍﻧﻲ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻤﻨﻬﺎﺝ ﻟﻠﺸﺮﻭﺍﻧﻲ – ﺝ 24 / ﺹ 429 )

“(Boleh mengupah orang untuk membaca al-Quran dan membaca dzikir murni) Yakni seperti Tahlil 70.000 kali yang populer dengan ‘pembebasan kecil’.” (Hasyiah ala Tuhfat al-Muhtaj, 24/429)

- Zainuddin Abdul Aziz Ibnu Zainuddin Al-Malibari :

ﻭَﺣُﻜِﻰَ ﺍَﻳْﻀًﺎ ﻓِﻴْﻪِ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﺃَﺑِﻲ ﻳَﺰِﻳْﺪَ ﺍﻟْﻘُﺮْﻃُﺒِﻰ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﻓِﻰ ﺑَﻌْﺾِ ﺍْﻷَﺛﺎَﺭِ ﺃَﻥَّ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﺍَﻟْﻒَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻪُ ﻓِﺪَﺁﺀً ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .
ﺇﺭﺷﺎﺩ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ ﺹ : 4

Diriwayatkan lagi dari Syaikh Abi Yazid al-Qurtubi berkata : saya mendengar dari sebagian atsar (perkataan Shohabat) “ barangsiapa mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah sebanyak 70.000 kali, maka kalimat tersebut menjadi tebusan baginya dari api neraka (Kitab Irsyaadul ‘Ibaad, hal. 4)

***

Juga telah masyhur dalam kitab - kitab karangan para ulama yang muktabar tentang kisah keberkatan amalan ini. Syaikhul Hadits, Rai-sul Muhadditsin, Hadrat Maulana Muhammad Zakaria al-Kandhalawi rahimahullah dalam karya beliau *"Fadilah Dzikir"* {himpunan "Fadilat 'Amal”) menukilkan kisah berikut:

Syaikh Abu Yazid al-Qurtubi rahimahullahu ta`ala berkata," Saya dengar bahwa barang siapa yang membaca ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ tujuh puluh ribu kali maka dia akan terselamat daripada api neraka. Setelah mendengar perkara tersebut maka saya telah membaca satu himpunan bacaan yakni tujuh puluh ribu kali untuk isteri saya dan beberapa himpunan bacaan untuk simpanan akhirat saya sendiri.

Seorang anak muda tinggal bertetangga dengan kami. Dia masyhur sebagai seorang yang mempunyai kasyaf. Dikatakan syurga dan neraka juga dapat dilihatnya melalui kasyaf. Saya ragu-ragu mengenai kebenaran berita tersebut. Satu ketika pemuda itu bersama kami dalam (majlis) makan. Dengan tidak semena-mena pemuda itu menjerit dan nafasnya mulai tersengal-sengal berkata, "Ibuku sedang dibakar di dalam neraka, aku dapat melihat keadaannya."

Kata Hadrat Qurtubi rahimahullahu ta`ala , "Aku melihat keadaannya yang sangat gelisah. Saya terfikir bahwa satu himpunan bacaan ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ
perlu dihadiahkan kepada ibunya. Dengan ini saya dapat mengetahui kebenaran perkara di atas. Maka saya telah menghadiahkan untuk ibunya satu himpunan iaitu tujuh puluh ribu zikir ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪdaripada simpananku secara diam-diam. Zikir yang saya baca itu sebenarnya tidak diketahui oleh sesiapa pun selain Allah subhanahu wa ta`ala.

Lalu pemuda itu berkata, "Paman, ibuku telah dihindarkan daripada azab neraka." Kata Hadrat Qurtubi rahimahullah, "

Aku telah memperoleh dua faedah daripada peristiwa ini. :

PERTAMA, terbukti bagiku keberkatan daripada bacaan tujuh puluh ribu kali ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ sebagaimana yang aku dengar (mengenai kelebihan kalimah tersebut).

KEDUA, aku meyakini kebenaran kata-kata pemuda itu."

Peristiwa ini hanya satu daripada kisah - kisah yang kita tidak tahu berapa banyak lagi kisah seumpama itu berlaku dalam kalangan individu umat ini.

Tahlil Fida' 70KSocialTwist Tell-a-Friend

Popular Posts

Segala bahan bacaan disini adalah untuk umum dan HAK CIPTA ITU MILIK ALLAH SEMUANYA. Anda boleh ambil sebagai bahan rujukan ataupun bahan posting di blog-blog atau website anda TANPA PERLU MEMBERI SEBARANG KREDIT KEPADA BLOG INI.