Ahmad Rifaie Al Ahmadi Idrisi: Tujuan Tarekat

Search This Blog

Tujuan Tarekat

~ Tujuan Tarekat ~ 

Tarekat menurut  para ahli tasawuf bertujuan  untuk mencari  keredhaan Allah  SWT, melalui latihan jiwa (riyadhah) dan berjuang  melawan hawa  nafsu (mujahadah)  dan  membersihkan diri dari sifat yang tercela.

Berkenaan dengan tujuan  tarekat ini, Abu Bakar Aceh mengatakan bahwa tujuan  daripada tarekat itu ialah mempertingkatkan iman dalam hati pengikut-pengikutnya, demikian rupa sehingga tidak ada yang lebih indah dan dicintai selain daripada Tuhan, dan kecintaan itu melupakan dirinya dan dunia ini seluruhnya.

Dalam perjalanan kepada tujuan itu,  manusia harus :

1. Ikhlas (bersih segala amal dan niatnya)

2. Muraqabah (merasa diri selalu diawasi Tuhan dalam segala gerak-gerinya)

3. Muhasabah (memperhitungkan betapa rugi amalnya, agar sentiasa dapat memperbaiki kebajikannya)

4. Tajarrud (melepaskan segala ikatan apapun jua yang akan merintangi dirinya menuju Allah)

5. Isyq (rindu yang tidak terbatas terhadap Tuhan)

6. Hubb (kecintaan kepada Tuhan itu melebihi dirinya dan segala alam yang ada di sekitarnya).

Pada hakikatnya tujuan utama tarekat  ini tidak  lain  adalah  agar  seorang hamba dapat mengenal Allah atau  ma’rifat billah  dan selalu dekat  dengan  Allah.

Dalam ajaran  Islam,  Tuhan  memang  dekat sekali dengan  manusia, sebagaimana dalam surah al-Baqarah ayat 186 :
“Dan apabila hamba-hamba-Ku  bertanya  kepadamu  tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya  Aku adalah dekat. Aku  mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku  dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar  mereka  selalu  berada  dalam kebenaran”.

Dalam  rangka  mengenal  sedekat-dekatnya  dengan Tuhan itu,  menurut para Sufi, manusia harus berusaha mengenal dirinya.  Dengan  mengenal dirinya itulah maka  ia  akan  mengenal  Tuhannya. 

Jadi dengan menempuh tarekat,  menurut Nurcholis Madjid  bererti kita menempuh jalan yang benar  secara mantap dan konsisten. Orang yang demikian dijanjikan Tuhan akan memperoleh kurnia hidup  bahagia yang tiada terkira.

Hidup bahagia itu ialah hidup sejati, yang dalam  ayat  suci diumpamakan dengan air yang melimpah  ruah. Dalam kesufian, air kurniaan illahi itu disebut “air  kehidupan”. Inilah  yang secara simbolik  dicari  oleh para pengamal  tarekat, yang wujud sebenarnya  tidak  lain ialah “pertemuan” dengan tuhan dengan redhaNya.

"Maka selain dari Allah, ianya merupakan hijab buat manusia". Wallahu a'lam.

Tujuan TarekatSocialTwist Tell-a-Friend

Popular Posts

Segala bahan bacaan disini adalah untuk umum dan HAK CIPTA ITU MILIK ALLAH SEMUANYA. Anda boleh ambil sebagai bahan rujukan ataupun bahan posting di blog-blog atau website anda TANPA PERLU MEMBERI SEBARANG KREDIT KEPADA BLOG INI.